FILSAFAT ILMU: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI

BAHAN AJAR MK. FILSAFAT ILMU ONLINE BERBASIS FREE WEBLOG. "Pikiran adalah Pemberian Tuhan. Berpikir Mendalam terhadap realitas adalah bagian dari mengasihi Tuhan dan Sesama". Blog ini dikelola Oleh: Dr.Yonas Muanley, M.Th., Dosen Tetap STT IKSM Santosa Asih Jakarta

Artikel Terbaru

Monday, February 2, 2026

Ontologi dalam Filsafat Ilmu: Dasar Penyusunan RPS Filsafat Ilmu Berbasis OBE

Ontologi dalam Filsafat Ilmu: Dasar Penyusunan RPS Filsafat Ilmu Berbasis OBE

Ontologi merupakan salah satu pilar utama dalam Filsafat Ilmu selain epistemologi dan aksiologi. Sayangnya, ontologi sering dipahami secara abstrak dan terpisah dari praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Padahal, dalam konteks Outcome-Based Education (OBE), ontologi justru menjadi dasar penting dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terarah, sistematis, dan bermakna.

Artikel ini membahas ontologi Filsafat Ilmu secara akademik-populer dan menunjukkan bagaimana konsep ontologi dapat diterapkan secara konkret dalam penyusunan RPS Filsafat Ilmu berbasis OBE, khususnya bagi dosen dan mahasiswa.

Pengertian Ontologi dalam Filsafat Ilmu

Secara etimologis, ontologi berasal dari bahasa Yunani ontos (yang ada) dan logos (ilmu atau kajian). Ontologi dalam Filsafat Ilmu membahas hakikat keberadaan realitas yang menjadi objek kajian ilmu pengetahuan.

Dalam konteks keilmuan, ontologi menjawab pertanyaan mendasar seperti:

  • Apa hakikat realitas yang dipelajari oleh ilmu?
  • Apa yang dianggap ada dan sah sebagai objek ilmu?
  • Bagaimana batas realitas yang dapat dijangkau oleh ilmu?

Dengan demikian, ontologi membantu mahasiswa memahami bahwa ilmu tidak netral secara metafisis, melainkan berdiri di atas asumsi-asumsi tertentu tentang realitas.

Ontologi sebagai Fondasi Filsafat Ilmu

Dalam Filsafat Ilmu, ontologi berfungsi sebagai fondasi awal sebelum membahas bagaimana ilmu diperoleh (epistemologi) dan untuk apa ilmu digunakan (aksiologi). Tanpa pemahaman ontologis, ilmu mudah direduksi menjadi sekadar kumpulan fakta atau teknik metodologis.

Ontologi membantu membedakan antara:

  • Objek material ilmu (apa yang diteliti)
  • Objek formal ilmu (cara pandang terhadap objek)

Pemahaman ini penting agar mahasiswa mampu melihat karakter khas setiap disiplin ilmu secara kritis dan reflektif.

Urgensi Ontologi dalam RPS Filsafat Ilmu Berbasis OBE

Outcome-Based Education (OBE) menekankan capaian pembelajaran sebagai pusat desain kurikulum. Namun, capaian pembelajaran yang baik harus bertumpu pada pemahaman ontologis yang jelas tentang mata kuliah.

Dalam mata kuliah Filsafat Ilmu, pertanyaan ontologis yang perlu dijawab dalam RPS antara lain:

  • Hakikat ilmu apa yang harus dipahami mahasiswa?
  • Realitas keilmuan seperti apa yang menjadi fokus pembelajaran?
  • Kesadaran ontologis apa yang diharapkan terbentuk pada mahasiswa?

Tanpa dasar ontologis, CPMK dan Sub-CPMK berpotensi menjadi normatif dan tidak terukur secara akademik.

Langkah Menyusun RPS Filsafat Ilmu Berbasis Ontologi

1. Merumuskan Ontologi Mata Kuliah

Langkah awal penyusunan RPS adalah merumuskan hakikat mata kuliah Filsafat Ilmu secara ontologis. Contoh rumusan ontologis mata kuliah:

Filsafat Ilmu merupakan kajian reflektif dan kritis tentang hakikat realitas keilmuan, struktur ilmu pengetahuan, serta batas dan makna ilmu bagi kehidupan manusia.

Rumusan ini menjadi dasar dalam menentukan capaian pembelajaran dan bahan kajian.

2. Menyusun CPMK Berbasis Ontologi

Contoh Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK):

  • Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan hakikat realitas keilmuan dalam perspektif filsafat ilmu.
  • Mahasiswa mampu menganalisis asumsi ontologis yang melandasi berbagai disiplin ilmu.

CPMK ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengetahui konsep, tetapi juga memahami struktur realitas ilmu.

3. Menurunkan Sub-CPMK Secara Sistematis

Sub-CPMK dapat dirumuskan berdasarkan struktur ontologi ilmu, misalnya:

  • Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ontologi dalam filsafat ilmu
  • Membedakan objek material dan objek formal ilmu
  • Menganalisis implikasi ontologi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan

4. Menentukan Metode dan Asesmen yang Selaras

Pendekatan pembelajaran dapat berupa diskusi kritis, studi kasus, dan esai reflektif. Asesmen dirancang untuk mengukur pemahaman ontologis mahasiswa, bukan sekadar hafalan teori.

Contoh asesmen:

  • Esai reflektif tentang asumsi ontologis bidang studi mahasiswa
  • Presentasi analisis ontologi suatu disiplin ilmu

Penutup

Ontologi dalam Filsafat Ilmu bukan sekadar kajian abstrak, melainkan fondasi berpikir ilmiah yang menentukan arah pembelajaran. Dalam RPS Filsafat Ilmu berbasis OBE, ontologi berperan sebagai penentu apa yang dipelajari, bagaimana pembelajaran dirancang, dan capaian apa yang diharapkan dari mahasiswa.

Dengan menempatkan ontologi sebagai dasar penyusunan RPS, dosen tidak hanya memenuhi tuntutan kurikulum OBE, tetapi juga membentuk mahasiswa yang reflektif, kritis, dan memiliki kesadaran mendalam tentang hakikat ilmu.

No comments:

Post a Comment